LHOKSEUMAWE — Kepedulian terhadap korban banjir bandang di Aceh Utara terus mengalir. Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Aceh Utara bersama sejumlah dokter dari Banda Aceh menggelar pengobatan gratis dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga pengungsian di Riseh Teungah, Kecamatan Sawang, Minggu malam (18/1/2026).
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan lanjutan aksi sosial MPC PP Aceh Utara setelah sebelumnya menyelesaikan kegiatan serupa di Kecamatan Langkahan. Dari Langkahan, rombongan langsung bergerak ke Sawang guna memastikan warga terdampak banjir di titik pengungsian lain turut mendapatkan layanan kesehatan dan bantuan logistik.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Aceh Utara, Ali Kuba, mengatakan bantuan yang disalurkan berupa sembako, pakaian baru untuk anak-anak dan orang dewasa, mukena, kain sarung, perlengkapan sekolah, susu bayi, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Selain bantuan logistik, para pengungsi juga mendapatkan layanan pengobatan gratis yang ditangani langsung oleh dokter spesialis, dokter umum, dan dokter gigi. Tim medis yang terlibat antara lain dr. Heru Noviat Herdata SpA, dr. Dian Paramita Sp.OG, DR. dr. Darnifayanti M.Ked(Ped), Sp.A (K), dr. Nadia Rizki, drg. Aya, serta tim Klinik Darfa Banda Aceh.
“Antusiasme pengungsi sangat tinggi karena mereka bisa langsung berobat dan berkonsultasi dengan dokter spesialis. Penyakit yang banyak diderita warga antara lain gatal-gatal, batuk, dan keluhan kesehatan lainnya akibat kondisi lingkungan pengungsian, ” ujar Ali Kuba.
Dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut turut hadir Cut Okta, perwakilan warga Essence Jakarta. Ali Kuba juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Perguruan Al Ihsan Jakarta Barat yang diwakili H. Hasan, mantan Ketua KNPI Jakarta Barat, atas kepedulian dan dukungannya kepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada warga Essence Jakarta yang dinilai konsisten menyalurkan bantuan ke Aceh.
Menurut Ali Kuba, kegiatan pengobatan gratis dan penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda darurat.
Di sela-sela kegiatan, MPC PP Aceh Utara juga berdialog dengan para pengungsi. Warga berharap layanan pengobatan gratis dapat dilakukan lebih sering, mengingat akses kesehatan di lokasi pengungsian sangat terbatas. Selain itu, mereka juga sangat mengharapkan adanya bantuan tempat tinggal.
“Harapan terbesar warga adalah segera dibangunnya hunian sementara. Minimal sebelum Ramadan mereka sudah tidak lagi tinggal di tenda-tenda darurat, ” kata Ali Kuba.
Ia berharap aspirasi para pengungsi tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah, sehingga proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan layak bagi masyarakat terdampak. (Muhammad)

Updates.